
REKSONEGORO — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik II Universitas Negeri Gorontalo (UNG) turut ambil bagian dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Desa Reksonegoro, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung mengenai kearifan lokal dan tradisi keagamaan yang masih dilestarikan oleh masyarakat setempat.
Desa Reksonegoro memiliki tradisi khas dalam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang berbeda dari daerah lainnya, yakni tradisi yang disebut “Meludan Wengi” “Meludan Tuang”, dan “Meludan Awan”. Keunikan tersebut menjadikan perayaan Maulid Nabi di Desa Reksonegoro memiliki nilai budaya dan religi yang kuat sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun mahasiswa.
Ketua KKN Tematik II UNG, Fairiski Sabihi, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan Maulid Nabi di Desa Reksonegoro berlangsung dalam beberapa tahapan dengan waktu dan susunan acara yang khas.
“Meludan Wengi dilaksanakan pada 24 Agustus pukul 21.00 WITA hingga pukul 05.00 WITA dilanjutkan dengan meludan tuang dari pukul 10.00 sampai dengan 17.00 melibatkan para remaja melalui kegiatan hadrah atau marodat. Sementara itu, Meludan Awan dilaksanakan pada seminggu kemudian pada tanggal 30 Agustus 2026 mulai pukul 08.00 WITA hingga pukul 17.00 WITA dihadiri oleh pejabat-pejabat,” jelas Rapiah Suronoto.
Keterlibatan mahasiswa KKN Tematik II UNG dalam rangkaian Maulid Nabi telah dimulai sejak tahap persiapan. Mahasiswa turut membantu membersihkan masjid serta melakukan berbagai persiapan dan menghias area masjid yang akan digunakan selama rangkaian kegiatan berlangsung. Persiapan tersebut dilakukan bersama masyarakat sebagai bagian dari gotong royong menyambut pelaksanaan Maulid Nabi.
Pada 24 Agustus 2026, bertepatan dengan pelaksanaan Meludan Wengi, mahasiswa juga turut ikut serta dalam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, dengan mempersiapkan bucket yang akan dibawa ke masjid. Bucket tersebut dibuat dalam bentuk pohon lemon yang dihias dengan berbagai makanan ringan (snack) yang digantung pada bagian pohonnya.
Selain mempersiapkan bucket, mahasiswa turut membantu masyarakat dalam menyiapkan ambeng yang akan dibawa ke masjid sebagai bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi. Ambeng tersebut berisi tiga ekor ayam, nasi, sayur-sayuran, serta serundeng.
Keterlibatan tersebut membuat mahasiswa dapat mengikuti tradisi bukan hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga melalui proses persiapan dan gotong royong bersama masyarakat. Interaksi secara langsung tersebut menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat tata cara, kebiasaan, serta nilai kebersamaan yang terdapat dalam tradisi Maulid Nabi di Desa Reksonegoro.
Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan tersebut mendapat sambutan baik dari warga dan tokoh masyarakat Desa Reksonegoro. Keterlibatan mereka tidak hanya turut memeriahkan peringatan Maulid Nabi, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman mahasiswa dalam mengenal dan mendukung keberlangsungan tradisi lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat semakin erat. Keterlibatan tersebut juga menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa dalam mengenal, mendukung, serta mendokumentasikan kekayaan budaya dan tradisi keagamaan yang terdapat di Desa Reksonegoro, Kabupaten Gorontalo.
Kegiatan di Desa Reksonegoro juga mendapat arahan dan pendampingan dari empat Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yaitu Syafriyani, S.T., M.Ars., Dr. Heryati, S.T., M.T., Nur Mutmainnah, S.T., M.Ars., dan Teuku Muhammad Al-Aiyubi, S.A
Baca Juga Berita lainnya Di : https://pohalaa.com/



