
Mahasiswa KKN Tematik UNG Edukasi Siswa SMPN 6 SATAP Telaga Biru tentang Mitigasi Bencana
TELAGA BIRU – Sebanyak 11 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Periode 1 Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Tahun 2025 yang ditempatkan di Desa Ulapato B melaksanakan program “Goes to School” di SMP Negeri 6 SATAP Telaga Biru, Minggu (20/4/2026). Kegiatan ini difokuskan pada edukasi dini mengenai pentingnya pendidikan kebencanaan dan mitigasi bencana bagi para siswa.
Program tersebut digelar sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap ancaman bencana alam di wilayah mereka. Diketahui, lokasi SMP Negeri 6 SATAP Telaga Biru berada di kawasan yang rawan mengalami longsor dan banjir, sehingga edukasi semacam ini dinilai sangat relevan dan mendesak untuk diberikan sejak dini.
Kegiatan yang dimulai pada pukul 13.00 WITA itu diikuti oleh 26 siswa dari kelas VIII dan IX. Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa KKN menyampaikan materi secara interaktif agar mudah dipahami oleh para siswa. Materi yang diberikan meliputi pengenalan jenis-jenis bencana, tanda-tanda awal yang perlu diwaspadai, hingga langkah-langkah penyelamatan diri dan evakuasi mandiri saat bencana terjadi.
Suasana kegiatan berlangsung aktif dan penuh antusiasme. Para siswa tampak bersemangat mengikuti setiap sesi yang dipandu mahasiswa. Tidak hanya mendengarkan penjelasan, para peserta juga terlibat dalam diskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan. Beberapa di antaranya bahkan berbagi pengalaman mengenai kejadian banjir dan longsor yang pernah mereka saksikan di lingkungan sekitar tempat tinggal mereka.
Mahasiswa KKN menilai keterlibatan siswa dalam kegiatan ini menjadi indikator penting bahwa pendidikan kebencanaan memang perlu terus diperkuat di lingkungan sekolah. Dengan pendekatan yang komunikatif dan sederhana, para siswa diharapkan dapat lebih memahami cara menghadapi situasi darurat tanpa panik serta mengetahui tindakan awal yang tepat untuk melindungi diri sendiri maupun orang-orang di sekitar mereka.
Kepala SMP Negeri 6 SATAP Telaga Biru, Hj. Ramlah U. Badu, S.Pd, menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN di sekolah tersebut. Ia mengapresiasi inisiatif yang dilakukan karena dianggap memberikan manfaat nyata bagi siswa, terutama dalam membangun kesadaran tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana.
“Terima kasih, kalian sudah datang di sekolah ini. Semoga sosialisasi ini berdampak positif, baik kepada anak-anak yang di sekolah maupun di rumah,” ujar Hj. Ramlah.
Menurutnya, materi mitigasi bencana yang disampaikan mahasiswa sangat penting, sebab selama ini siswa belum memperoleh pembelajaran khusus yang membahas penanganan bencana secara lebih mendalam. Ia menilai kegiatan semacam ini dapat menjadi tambahan pengetahuan yang sangat berarti bagi siswa, terlebih karena mereka tinggal di wilayah yang memiliki potensi risiko bencana cukup tinggi.
“Kegiatan ini bagus. Setidaknya mereka sudah mengetahui sejauh mana penanganan atau pencegahan ketika terjadi bencana seperti banjir dan longsor,” tambahnya.
Hj. Ramlah juga berharap ilmu yang diperoleh para siswa dari kegiatan tersebut tidak berhenti di lingkungan sekolah semata. Ia ingin para siswa dapat menjadi penyambung informasi di rumah masing-masing dengan menyampaikan kembali hal-hal penting yang mereka dapatkan selama sosialisasi berlangsung. Dengan begitu, manfaat kegiatan ini bisa dirasakan lebih luas oleh keluarga dan masyarakat sekitar.
Sementara itu, Koordinator Desa KKN Tematik Desa Ulapato B, Diki Wahyudi Iyabu, menjelaskan bahwa program “Goes to School” merupakan salah satu agenda utama mahasiswa dalam rangka pengabdian kepada masyarakat. Program ini, kata dia, dirancang sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam menjawab kebutuhan lingkungan sekitar, khususnya dalam bidang pendidikan dan kebencanaan.
“Kami melihat perlunya pendekatan edukatif kepada anak-anak sekolah karena mereka adalah agen perubahan di lingkungannya dan program ini juga sejalan dengan program kerja utama kami,” tutur Diki.
Ia menambahkan, edukasi kepada pelajar menjadi langkah strategis karena anak-anak memiliki peran penting dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat. Dengan pemahaman yang baik, mereka tidak hanya mampu melindungi diri sendiri, tetapi juga dapat menjadi pengingat bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya untuk selalu waspada.
Lebih lanjut, Diki mengungkapkan bahwa program serupa juga akan dilanjutkan ke sekolah lain. “Untuk selanjutnya, kami juga menyasar SDN 10 Telaga Biru untuk pelaksanaan kegiatan ini,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Tematik UNG berharap kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana dapat terus meningkat, dimulai dari lingkungan sekolah. Edukasi sejak dini dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam membentuk generasi yang tanggap, peduli, dan siap menghadapi situasi darurat di masa depan.
Baca juga berita lainya di https://pohalaa.com/





