
Tualango — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-TII) yang bertugas di Desa Tualango menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Inovasi Tata Kelola Partisipatif dalam Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga Berbasis Regulasi dan Kelembagaan di Desa Tualango“, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari observasi dan pendataan yang sebelumnya dilakukan mahasiswa terkait kondisi pangan keluarga serta kelembagaan yang ada di desa. FGD dihadiri oleh Penjabat (PJ) Kepala Desa Tualango, aparat desa, pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tualango.
Dalam sambutannya, PJ Kepala Desa Tualango Wiwin Kabaderan mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN-TII yang menghadirkan forum diskusi tersebut. Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni belaka, melainkan mampu melahirkan solusi konkret atas persoalan ketahanan pangan yang dihadapi masyarakat desa.
Koordinator Desa (Kordes) KKN-TII Desa Tualango memaparkan hasil survei yang telah dilakukan terhadap 27 kepala keluarga atau 106 jiwa di desa tersebut. Hasil pendataan menunjukkan bahwa persoalan ketahanan pangan di Tualango lebih banyak dipicu oleh ketidakstabilan ekonomi, yang dialami 48,1 persen keluarga, ketimbang oleh keterbatasan pangan itu sendiri.
Temuan lain yang tak kalah penting adalah rendahnya akses masyarakat terhadap program bantuan, yang tercatat hanya menjangkau sebagian kecil warga dengan angka 33,3 persen. Selain itu, terdapat 15 keluarga dengan anggota rentan seperti lansia dan balita yang memerlukan perhatian khusus dalam upaya penguatan ketahanan pangan.
Di balik tantangan tersebut, mahasiswa KKN-TII menilai Desa Tualango sesungguhnya memiliki sejumlah potensi yang belum digarap secara optimal, mulai dari sektor UMKM, pertanian, pemanfaatan pekarangan, hingga perikanan. Potensi-potensi ini dinilai bisa menjadi modal utama jika dikelola dengan tata kelola yang tepat.
Berangkat dari temuan tersebut, mahasiswa KKN-TII merekomendasikan pembentukan Forum Sentra Pangan Desa sebagai upaya memperkuat produksi pangan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Forum ini dirancang agar berjalan dengan tata kelola yang jelas dan berkelanjutan, tidak sekadar program jangka pendek.
Rekomendasi tersebut kemudian disepakati bersama oleh seluruh peserta FGD. Forum Sentra Pangan Desa Tualango resmi disepakati untuk dibentuk sebagai wadah koordinasi dan kerja sama antar-pemangku kepentingan dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mengembangkan potensi pangan desa.
Sebagai bentuk komitmen bersama, kesepakatan tersebut ditandatangani oleh PJ Kepala Desa Tualango, Direktur BUMDes, Ketua BPD Tualango, dan Koordinator Desa KKN-TII Desa Tualango. Penandatanganan ini menjadi penanda dimulainya langkah kolaboratif antara pemerintah desa, lembaga desa, dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan keluarga yang lebih baik di Desa Tualango.
Baca juga berita lainya di https://pohalaa.com/




