BONGOMEME — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik II Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melaksanakan program kerja pembangunan bak penampungan air di Desa Huntulohulawa, Kecamatan Bongomeme. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan memanfaatkan material lokal yang tersedia di lingkungan desa, khususnya bambu, sebagai bagian dari konstruksi bak penampungan air.

Pembangunan bak penampungan air tersebut dilakukan sebagai upaya untuk membantu masyarakat, khususnya para petani, dalam memenuhi kebutuhan air untuk mendukung berbagai aktivitas pertanian. Ketersediaan sumber air yang berada cukup jauh dari beberapa area perkebunan menjadi salah satu kendala yang dihadapi petani dalam melakukan penyiraman, penyemprotan, maupun kegiatan perawatan tanaman.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Tematik II UNG bersama pemerintah desa dan masyarakat berinisiatif menghadirkan sarana penampungan air yang ditempatkan lebih dekat dengan area pertanian. Keberadaan bak tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam memperoleh dan memanfaatkan air secara lebih efektif untuk menunjang berbagai aktivitas di lahan pertanian.

Hal yang menjadi perhatian dalam pembangunan ini adalah pemanfaatan bambu sebagai material lokal dalam konstruksi bak. Bambu dipilih karena relatif mudah ditemukan di lingkungan sekitar serta memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai material pendukung dalam pembangunan sederhana. Pemanfaatan material lokal tersebut juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk mengenalkan alternatif pemanfaatan sumber daya yang tersedia di desa secara kreatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam proses pelaksanaannya, mahasiswa turut terlibat mulai dari tahap persiapan material, pengukuran, pembuatan konstruksi, hingga penyelesaian bak penampungan air. Kegiatan dilakukan melalui kerja sama dengan masyarakat sehingga proses pembangunan tidak hanya menghasilkan sarana fisik, tetapi juga mendorong partisipasi dan semangat gotong royong antara mahasiswa dan warga Desa Huntulohulawa.

Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama berada di lingkungan perguruan tinggi ke dalam kondisi nyata di masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pelaksana program, tetapi juga belajar memahami kebutuhan masyarakat serta mencari solusi yang dapat disesuaikan dengan potensi dan kondisi lingkungan setempat.

Pembangunan bak penampungan air yang dilakukan mahasiswa KKN Tematik II UNG mendapat sambutan baik dari pemerintah Desa Huntulohulawa dan masyarakat. Kepala Desa Huntulohulawa, Bapak Supardi Dehi, menyampaikan “apresiasinya atas inisiatif mahasiswa yang berupaya menghadirkan solusi sederhana untuk membantu kebutuhan warga, terutama para petani yang beraktivitas di lahan pertanian”.

Kegiatan tersebut juga melibatkan Dosen Pembimbing Lapangan dan masyarakat setempat. Mahasiswa bersama warga bekerja secara gotong royong dalam menyiapkan material dan membangun bak penampungan air hingga selesai. Bagi masyarakat, keterlibatan bersama dalam kegiatan ini tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas yang nantinya akan digunakan bersama.

Bagi para petani, keberadaan bak penampungan air di sekitar area pertanian diharapkan dapat membantu mengurangi waktu dan tenaga yang diperlukan untuk memperoleh air. Air yang telah ditampung dapat digunakan untuk mendukung kegiatan penyemprotan tanaman, penyiraman, pemupukan cair, serta kebutuhan lain yang berkaitan dengan pemeliharaan tanaman sesuai kondisi di lapangan.

Selain memberikan manfaat secara langsung, pembangunan bak penampungan air ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memanfaatkan potensi sumber daya lokal. Pemanfaatan bambu sebagai bagian dari inovasi konstruksi juga menunjukkan bahwa material yang tersedia di sekitar lingkungan dapat dikembangkan menjadi bagian dari solusi sederhana untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Melalui program KKN Tematik II UNG ini, mahasiswa berharap bak penampungan air yang telah dibangun dapat dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Huntulohulawa. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung aktivitas pertanian sekaligus memperkuat hubungan kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat.

Program ini diharapkan tidak berhenti pada pembangunan sarana fisik semata, tetapi dapat menjadi contoh pemanfaatan material lokal dan penerapan inovasi sederhana yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan pemanfaatan potensi desa, keberadaan sarana penampungan air diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menunjang aktivitas pertanian di Desa Huntulohulawa.

Baca Juga Berita Lainnya Di : https://pohalaa.com/