
Poowo Barat – Percepatan transformasi digital di sektor ekonomi, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 1 yang ditempatkan di Desa Poowo Barat mengambil peran strategis dengan membantu para pelaku usaha dalam pembuatan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Sebanyak 8 (delapan) pelaku usaha di Desa Poowo Barat turut berpartisipasi dalam program ini. Mereka berasal dari berbagai jenis usaha, mulai dari warung makan, usaha minuman, hingga layanan cuci kendaraan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN UNG melakukan pendampingan secara langsung (door to door) mulai dari tahap pendaftaran akun, verifikasi data hingga pencetakan kode QRIS yang siap digunakan untuk transaksi non – tunai.
Pelaksanaan program ini disambut dengan antusias oleh masyarakat setempat. Para pelaku usaha mengaku terbantu karena sebelumnya masih menghadapi keterbatasan dalam memahami teknologi keuangan digital. Dengan adanya QRIS, mereka kini dapat melayani transaksi secara lebih praktis, aman, dan efisien, terutama bagi konsumen yang terbiasa menggunakan dompet digital.
Bersamaan dengan hal itu, salah satu pedagang lokal mengaku sangat terbantu dengan program ini. “Dulu saya pikir buat QRIS ini sulit dan harus ke bank jauh – jauh. Ternyata dengan bantuan adik-adik mahasiswa, prosesnya cepat dan sekarang pelanggan saya bisa bayar pakai HP saja,” ungkapnya.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), ibu Dr. Ritin Uloli, S, Pd., M.Pd menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan langkah konkret mahasiswa dalam menerapkan ilmu di masyarakat. “Digitalisasi bukan hanya milik masyarakat kota. Dengan adanya QRIS, kita membantu pelaku usaha di Desa Poowo Barat untuk memiliki pencatatan keuangan yang lebih transparan, dan tentunya mengikuti perkembangan teknologi finansial,” ujarnya.
Sambutan positif dari Kepala Desa Poowo Barat, Bapak H. Dahlan Ismail mengatakan kendala utama masyarakat selama ini adalah ketidaktahuan mengenai prosedur teknis pendaftaran sistem pembayaran digital. Kehadiran mahasiswa KKN UNG dianggap menjadi solusi tepat guna bagi warganya.
Rangkaian dari misi besar pengabdian mereka dalam bidang literasi digital. Selain multimedia pembelajaran untuk anak sekolah, penguatan ekonomi melalui teknologi menjadi prioritas utama.
“Program ini dirancang sebagai kontribusi nyata mahasiswa dalam menjawab kebutuhan lingkungan sekitar, khususnya dalam menghadapi perubahan perilaku konsumen yang mulai beralih ke transaksi non-tunai.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Tematik 1 UNG berharap ekosistem ekonomi digital di Desa Poowo Barat dapat terus tumbuh. Inovasi sejak dini dalam tata kelola keuangan UMKM dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam membentuk masyarakat desa yang mandiri secara ekonomi, tanggap teknologi, dan siap menghadapi tantangan pasar global di masa depan.
Baca juga berita lainya https://pohalaa.com/



