Bone Bolango-Desa Dumbayabulan merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, yang memiliki kondisi wilayah dengan berbagai karakteristik geografis, penggunaan lahan, serta aktivitas masyarakat yang terus berkembang’ pada Rabu, 20 Mei 2026.

Kegiatan ini didahukui dengan melaukan pemetaan kondisi desa dengan memerlukan perhatian khusus dalam aspek penataan wilayah, penyediaan informasi spasial, serta upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana. Informasi mengenai kondisi wilayah desa sangat penting untuk mendukung perencanaan pembangunan yang terarah, pengelolaan sarana prasarana, serta penyusunan langkah mitigasi bencana yang efektif.

Dalam observasi tesebut yang dihadiri oleh Doden Pembimbing Dr. Muchtar Ahmad.,S.Pd.,M.si dan Kepala esa Dumbayabulan Bapak Miman Liputo serta aparat Desa Dumbayabula. Dalam kegiatan tersebut Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendukung kebutuhan tersebut adalah melalui kegiatan observasi lapangan terkait pengumpulan data pemetaan desa. Observasi lapangan menjadi tahapan penting dalam proses pemetaan karena data yang diperoleh secara langsung dari lokasi akan menghasilkan informasi yang lebih akurat, aktual, dan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Kegiatan observasi ini difokuskan pada pengumpulan data untuk pembuatan peta jalur evakuasi dan peta sebaran sarana Desa Dumbayabulan.

Dosen Pembimbing Lapangan apak Dr. Muchtar Ahamad.,S.Pd M.Si menjelaskan bahwa Peta jalur evakuasi merupakan salah satu bentuk informasi spasial yang memiliki peranan penting dalam mendukung upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana.

Dengan adanya Jalur evakuasi berfungsi sebagai panduan bagi masyarakat untuk melakukan penyelamatan diri menuju lokasi yang lebih aman ketika terjadi bencana, baik bencana alam maupun kondisi darurat lainnya. Keberadaan jalur evakuasi yang jelas dan mudah dipahami dapat membantu mempercepat proses evakuasi masyarakat sehingga risiko korban jiwa maupun kerugian dapat diminimalkan. Oleh karena itu, diperlukan identifikasi jalur yang aman, mudah diakses, dan mampu menjangkau wilayah permukiman masyarakat secara efektif.

Ayahanda Desa Dumbaa ulan Miman Liputo, denga hadirnya mahasiswa KKN ini membantu masyarakat untuk mengenal peta jalur evakuasi, peta sebaran sarana desa juga menjadi bagian penting dalam kegiatan pemetaan wilayah Desa Dumbayabulan. Peta sebaran sarana digunakan untuk mengetahui lokasi dan persebaran fasilitas umum yang tersedia di desa, seperti kantor desa, sekolah, tempat ibadah, fasilitas kesehatan, lapangan, posyandu, dan sarana pendukung lainnya. Informasi mengenai persebaran sarana ini dapat membantu pemerintah desa dalam melihat ketersediaan fasilitas umum, menentukan kebutuhan pembangunan, serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan adanya peta sebaran sarana, masyarakat juga dapat lebih mudah mengetahui lokasi fasilitas yang tersedia di wilayah desa.

Kegiatan observasi lapangan dilakukan melalui beberapa tahapan, antara lain survei lokasi, pengamatan kondisi wilayah, pengambilan titik koordinat menggunakan GPS atau aplikasi pemetaan, dokumentasi lapangan, serta wawancara dengan aparat desa dan masyarakat setempat. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan aplikasi pemetaan seperti ArcGIS atau Google Maps untuk menghasilkan peta yang informatif dan mudah dipahami.

Melalui kegiatan observasi lapangan ini diharapkan dapat diperoleh data spasial yang akurat sebagai dasar dalam penyusunan peta jalur evakuasi dan peta sebaran sarana Desa Dumbayabulan. Hasil pemetaan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai media informasi desa, bahan pendukung perencanaan pembangunan, serta sarana edukasi masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi dalam mendukung pengembangan desa berbasis data dan informasi spasial yang terstruktur.

Baca Berita lainnya di Pohalaa.com