Bone Bolango – Mahasiswa KKN Tematik II Desa Huntu Selatan, Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango, berhasil menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Kader Sebaya dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika sebagai Upaya Membangun Remaja yang Sehat, Cerdas, dan Berdaya. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya dalam memberikan pemahaman sekaligus membangun kesadaran generasi muda mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika di lingkungan remaja.

Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pemberian informasi mengenai bahaya narkotika, tetapi juga diwujudkan melalui pembentukan dan pengukuhan kader sebaya antinarkoba. Para kader yang telah dikukuhkan diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan dalam menyampaikan informasi, memberikan pengaruh positif, serta mengajak teman-teman sebaya untuk bersama-sama mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungan Desa Huntu Selatan.

Pelaksanaan kegiatan ini mendapat dukungan dari pemerintah Kecamatan Bulango Selatan, Pemerintah Desa Huntu Selatan, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bone Bolango, Civitas Akademika, serta masyarakat dan remaja yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur terutama generasi muda sebagai kelompok yang memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari narkotika.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengukuhan kader sebaya antinarkoba dengan nama kepengurusan AKSARA, yang dilakukan oleh Ibu Sekretaris Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango. Pengukuhan ini menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan karena menandai secara resmi terbentuknya kader sebaya yang nantinya diharapkan mampu menjalankan tugas dan amanahnya di tengah lingkungan remaja Desa Huntu Selatan.

Setelah proses pengukuhan kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Gusnandar Lihawa, S.H., selaku Penyuluh Narkoba Ahli Pertama dari BNN Kabupaten Bone Bolango. Dalam penyampaiannya, Gusnandar memberikan pemahaman dasar mengenai pengenalan narkoba kepada para peserta. Materi tersebut menjadi dasar penting bagi para kader agar memiliki pengetahuan yang benar mengenai narkotika termasuk memahami bahaya dan dampak yang dapat ditimbulkan akibat penyalahgunaan narkoba. Remaja sebagai generasi penerus memiliki posisi yang penting untuk membangun lingkungan pergaulan yang sehat dan saling mengingatkan agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

Gusnandar Lihawa menyampaikan kesannya terhadap kegiatan tersebut dengan menekankan pentingnya keberadaan kader sebaya sebagai agen penyebarluasan informasi mengenai pencegahan penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, pada usia remaja dibutuhkan penguatan dan pendampingan agar mereka memiliki pemahaman yang cukup dalam menghadapi berbagai pengaruh yang dapat membawa mereka pada penyalahgunaan narkotika.

Ia berharap keberadaan kader sebaya tidak hanya berhenti pada proses pengukuhan atau pelantikan saja. Para kader diharapkan dapat terus menjalankan perannya dengan melakukan berbagai kegiatan yang berkesinambungan untuk menyebarluaskan informasi mengenai P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika. Upaya tersebut menurutnya dapat dilakukan melalui berbagai media yang dekat dengan kehidupan remaja, salah satunya media sosial.
“Harapannya tidak hanya putus di pelantikan kader sebaya, tetapi juga ada kegiatan yang berkesinambungan, misalnya penyebarluasan informasi P4GN melalui stiker atau lebih mudahnya melalui konten media sosial,” ujar Gusnandar.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi kedua yang disampaikan oleh Siti Munawarah, S.H., M.H., selaku perwakilan dari Civitas Akademika Universitas Negeri Gorontalo. Materi yang diberikan berfokus pada tugas dan amanah kader sebaya serta cara mencegah dan menjauhkan diri dari narkoba. Materi ini menjadi pelengkap dari pemahaman sebelumnya karena peserta tidak hanya diberikan pengetahuan mengenai narkoba, tetapi juga diarahkan untuk memahami peran dan tanggung jawab mereka sebagai kader sebaya.

Siti Munawarah mengungkapkan bahwa dirinya merasa kagum melihat para kader yang telah memiliki pengetahuan awal mengenai narkoba bahkan sebelum materi diberikan. Menurutnya hal tersebut menunjukkan adanya kesadaran dari para remaja mengenai pentingnya memahami bahaya narkotika.

Namun ia menegaskan bahwa pengetahuan saja belum cukup. Sebagai generasi muda para kader memiliki tanggung jawab besar dalam menentukan bagaimana mereka menjalani kehidupan di masa depan. Karena itu, mereka perlu memiliki langkah nyata untuk melindungi diri dari penyalahgunaan narkoba.
“Bukan hanya tahu tentang apa itu narkoba, tapi punya langkah nyata, misalnya mampu membentengi diri sendiri, mampu mengatakan tidak serta memiliki pendirian dan mampu berpikir, jangan sampai mempertaruhkan masa depan, pendidikan, keluarga hanya untuk efek sesaat,” jelas Siti Munawarah.

Pesan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan karena para kader diajak untuk melihat persoalan narkoba bukan hanya dari sisi hukum atau kesehatan, tetapi juga dari sisi masa depan mereka sebagai generasi muda. Keputusan yang diambil pada usia remaja dapat memberikan dampak terhadap pendidikan, keluarga, lingkungan sosial, bahkan cita-cita yang ingin dicapai.

Siti Munawarah berharap para kader sebaya dapat benar-benar memahami amanah yang telah diberikan kepada mereka. Setelah mengikuti kegiatan para kader diharapkan mampu menjalani proses kehidupan secara maksimal serta menjauhkan diri dari narkotika. Dengan demikian pembentukan kader sebaya tidak hanya menghasilkan kelompok yang memiliki pengetahuan mengenai narkoba, tetapi juga generasi muda yang memiliki pendirian dan keberanian untuk mengambil keputusan yang tepat.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Kepala Desa Huntu Selatan, Abdul Gafur Patuti, S.E. Ia mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang menurutnya memiliki arti penting bagi perkembangan anak-anak dan generasi muda. Menurutnyakegiatan seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran remaja agar mampu menjaga diri dan lingkungan dari penyalahgunaan narkoba.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini kegiatan ini sangat berarti sekali untuk perkembangan anak-anak kita untuk bebas dari narkoba,” ungkap Abdul Gafur.

Ia berharap pembentukan kader sebaya yang telah dilakukan dapat menjadi pedoman bagi para remaja dalam menjalankan perannya sebagai agen penyebarluasan gerakan antinarkoba. Para kader diharapkan tidak hanya menyampaikan informasi kepada peserta yang hadir dalam kegiatan tetapi juga mampu menjangkau teman-teman sebaya yang tidak berkesempatan mengikuti kegiatan tersebut.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan, Hasnia, S.Hi., M.H., M.A. juga menyampaikan harapannya terhadap keberadaan kader sebaya yang telah terbentuk. Ia berharap agar kader sebaya bisa menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dalam memberikan informasi yang bermanfaat kepada remaja lainnya.

Hasnia juga berharap kader sebaya dapat menjadi agen perubahan yang mampu memberikan pengaruh positif kepada lingkungan sebayanya. Menurutnya peran tersebut penting karena remaja cenderung memiliki lingkungan pergaulan yang kuat, sehingga pesan-pesan pencegahan narkoba akan lebih mudah diterima ketika disampaikan oleh teman sebaya yang memiliki pengalaman dan lingkungan yang sama.
“Dengan terbentuknya kader sebaya, besar harapan saya semoga kader sebaya ini bisa menjalankan tugas dan tanggung jawab untuk memberi informasi yang bermanfaat bagi remaja yang ada di sini, biar mereka menjadi agen untuk melakukan perubahan,” tutur Hasnia.

Hal serupa juga disampaikan oleh Koordinator Desa KKN Tematik II Desa Huntu Selatan, Sebastian Surya Setiawan. Ia mengungkapkan bahwa pelaksanaan program inti berupa sosialisasi, penyuluhan, dan pembentukan Kader Sebaya Remaja Antinarkotika di Desa Huntu Selatan memberikan kesan yang sangat baik dan berkesan bagi mahasiswa KKN. Salah satu hal yang membuat kegiatan tersebut berkesan adalah antusiasme para remaja dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Dukungan yang diberikan oleh pemerintah desa dan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam keberhasilan pelaksanaan program tersebut.

“Kesan saya selama melaksanakan proker inti yaitu sosialisasi dan penyuluhan serta pembentukan Kader Sebaya Remaja Anti Narkotika di Desa Huntu Selatan sangat baik dan berkesan. Saya merasa senang melihat antusiasme para remaja dalam mengikuti kegiatan serta adanya dukungan dari pemerintah desa dan masyarakat,” ujar Sebastian.

Bagi mahasiswa KKN Tematik II, kegiatan ini bukan hanya menjadi bagian dari pelaksanaan program kerja tetapi juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam menjawab persoalan yang ada di lingkungan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut mahasiswa berupaya menciptakan ruang edukasi bagi remaja agar mereka memiliki pengetahuan dan kesadaran untuk menjaga diri dari penyalahgunaan narkoba.

Sebastian berharap kader sebaya yang telah dibentuk dapat terus menjalankan perannya setelah kegiatan selesai. Para kader diharapkan mampu memberikan edukasi, saling mengingatkan, dan menjadi contoh positif bagi remaja lainnya dalam menciptakan lingkungan pergaulan yang sehat. Ia juga menegaskan bahwa program tersebut diharapkan tidak berhenti ketika masa pelaksanaan KKN selesai. Keberlanjutan program menjadi hal penting agar pengetahuan yang telah diberikan dapat terus diterapkan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi generasi muda Desa Huntu Selatan.
“Pesan saya, semoga proker ini tidak hanya berhenti setelah KKN selesai, tetapi dapat terus dilanjutkan dan memberikan manfaat bagi generasi muda di Desa Huntu Selatan,” tambah Sebastian.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang dapat terus berkembang melalui berbagai kegiatan lanjutan baik berupa sosialisasi langsung maupun pemanfaatan media sosial sebagai sarana penyebarluasan informasi P4GN. Dengan adanya kader yang aktif, dukungan pemerintah desa dan masyarakat, serta pendampingan dari berbagai pihak, Desa Huntu Selatan diharapkan mampu membangun lingkungan yang semakin sadar terhadap bahaya narkotika dan semakin kuat dalam melindungi generasi mudanya.

Dengan demikian, semangat kader “Sehat, Cerdas, dan Berdaya” tidak berhenti sebagai tema kegiatan tetapi dapat diwujudkan melalui tindakan nyata para remaja dalam menjaga diri, mengajak teman sebaya melakukan hal positif, serta bersama-sama mengatakan tidak pada penyalahgunaan narkotika.
Penulis : Syhkyra Uljannah Haras

Baca juga berita lainya di https://pohalaa.com/