
Jakarta – Kementerian Agama menyambut baik gagasan generasi muda Hindu untuk memperkuat diplomasi budaya Indonesia melalui pemanfaatan warisan peradaban sebagai identitas bangsa. Gagasan tersebut mengemuka dalam diskusi yang diinisiasi Hindu Channel bersama para pemuda Hindu, dengan menghadirkan Dr. H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., Staf Khusus Menteri Agama RI Bidang Kerukunan Umat Beragama, Pelayanan Agama, Pengawasan, dan Kerja Sama Luar Negeri.
Dalam forum tersebut, tokoh muda Hindu sekaligus Direktur Lembaga Hubungan Internasional PP KMHDI, Lingga Dharmananda Siana, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki kekayaan warisan peradaban Hindu yang dapat menjadi identitas budaya sekaligus instrumen soft power di tingkat internasional.
«”Indonesia memiliki banyak peninggalan peradaban Hindu yang dapat menjadi identitas budaya bangsa. Warisan ini bukan hanya menyimpan nilai sejarah, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai instrumen diplomasi budaya untuk memperkuat hubungan antarbangsa dan memperkenalkan wajah Indonesia kepada dunia,” ujar Lingga.»
Lingga juga mengapresiasi keterbukaan Kementerian Agama, khususnya Dr. Gugun Gumilar, yang dinilainya memberi ruang dialog bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan dan berkolaborasi dalam isu-isu strategis.
«”Kami mengapresiasi Dr. Gugun Gumilar yang berkenan hadir dan berdialog langsung dengan generasi muda. Ruang seperti ini penting agar lahir kolaborasi yang mampu menjawab tantangan kehidupan beragama sekaligus mendorong pemanfaatan kekayaan budaya Indonesia sebagai kekuatan diplomasi,” katanya.»
Menurut Lingga, diplomasi budaya perlu menjadi agenda bersama yang melibatkan pemerintah, organisasi kepemudaan, akademisi, dan komunitas budaya agar warisan peradaban Indonesia tidak hanya terjaga, tetapi juga semakin dikenal dan memberi manfaat di tingkat global.
«”Warisan budaya adalah kekuatan lunak yang dimiliki Indonesia. Ketika dikelola secara kolaboratif, ia tidak hanya memperkuat identitas bangsa, tetapi juga menjadi jembatan persahabatan, dialog, dan perdamaian dengan masyarakat dunia,” tutup Lingga.»



