Dari Kampus untuk Desa: Mahasiswa UNG Sulap Potensi Unggas Desa Lonuo dengan Pengembangan Mesin Tetas Telur Jadi Peluang Bisnis Modern

Tilongkabila – Semangat kolaborasi dan pengabdian tanpa batas kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Dalam upaya menggeser paradigma peternakan konvensional menuju era digitalisasi, mahasiswa dari lintas disiplin ilmu yang ditugaskan di Desa Lonuo mengadakan program kerja inovatif yang berfokus pada hilirisasi teknologi tepat guna untuk mendongkrak ekonomi warga.

Melalui program kerja yang bertajuk “Pengembangan Inovasi Mesin Tetas Telur Unggas Otomatis Skala Rumahan”, para mahasiswa yang berasal dari kolaborasi Jurusan Teknik Informatika, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Teknik Industri, dan Sosiologi ini sukses memberikan warna baru bagi lanskap peternakan di Desa Lonuo, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango. Program ini hadir sebagai langkah taktis untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui efisiensi proses produksi peternakan.

Kegiatan pengabdian yang berjalan secara progresif ini berlangsung sepanjang periode KKN, terhitung mulai dari Rabu, 8 April hingga Sabtu, 23 Mei 2026. Fokus utama dari program ini adalah merancang dan menghadirkan sebuah mesin tetas telur otomatis dengan kapasitas skala 60 butir. Menariknya, mesin ini dirancang secara mandiri oleh hasil tangan kreatif mahasiswa secara sederhana, ergonomis, dan efisien, dengan menghabiskan estimasi waktu perancangan hanya dalam waktu satu minggu saja.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Berdasarkan hasil observasi di lapangan, mahasiswa KKN UNG melihat adanya potensi besar pada sektor peternakan unggas di Desa Lonuo yang belum tergarap secara maksimal. Selama ini, warga masih mengandalkan metode penetasan tradisional yang memiliki risiko kegagalan cukup tinggi. Oleh karena itu, program mesin tetas otomatis ini hadir sebagai solusi konkret untuk menciptakan peluang bisnis modern yang jauh lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mengolaborasikan tiga pilar utama, yakni ilmu pengetahuan, rekayasa teknologi, dan pendekatan sosiologis. Integrasi lintas ilmu ini membuat proses transfer teknologi berjalan mulus. Mesin tetas tersebut diperkenalkan, disosialisasikan, dan diaplikasikan secara langsung di hadapan masyarakat serta peternak lokal. Melalui interaksi berkala ini, warga desa dibekali dengan wawasan baru mengenai manajemen suhu, kontrol kelembapan, serta cara kerja mekanis alat bantu penetasan modern.

Kehadiran inovasi ini mengundang respons positif dan antusiasme yang tinggi dari warga setempat. Dengan adanya alat bantu baru ini, para peternak lokal kini memiliki instrumen taktis untuk mengembangkan potensi ternak unggas mereka secara mandiri, profesional, dan lepas dari ketergantungan metode lama.

Melalui keberlanjutan program ini, mahasiswa KKN UNG berharap pemanfaatan inovasi mesin tetas telur otomatis skala rumahan tersebut dapat menjadi pemantik utama dalam meningkatkan taraf ekonomi warga. Transformasi sederhana di Desa Lonuo ini diharapkan mampu menjadi bekal investasi jangka panjang demi membentuk ekosistem desa mandiri yang cerdas teknologi, berdaya saing, serta siap melahirkan wirausahawan baru yang progresif di masa depan

Baca berita lainnya di : pohalaa.com