Desa Ilomata, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Rabu, 9 September 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik II Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar sosialisasi penguatan ketahanan pangan keluarga bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Ilomata, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Rabu (9/9/2026). Bertempat di Aula Kantor Desa Ilomata, kegiatan ini merupakan tahapan lanjutan dari rangkaian program pendampingan yang telah berjalan sejak beberapa pekan terakhir di desa tersebut.

Sosialisasi bertajuk “Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga melalui Pemanfaatan Pangan Lokal secara Berkelanjutan bagi Tim Penggerak PKK Desa” ini menjadi bagian dari program pemberdayaan yang diarahkan pada penguatan tata kelola kelembagaan PKK dalam menyelenggarakan program pangan keluarga secara terencana, terdokumentasi, dan mandiri.

Kepala Desa Ilomata, Sumanto Kadir, yang membuka kegiatan menyampaikan apresiasi atas kesinambungan program yang dijalankan mahasiswa bersama PKK desa.

“Kegiatan ini bukan kegiatan sesaat. Kami berharap apa yang disusun bersama mahasiswa hari ini benar-benar bisa dilanjutkan oleh PKK setelah masa KKN berakhir. Musim kemarau yang sedang kita hadapi juga bukan penghalang. Pembibitan yang sudah dilakukan mahasiswa di kebun menjadi contoh bahwa kemarau justru dapat dimanfaatkan untuk menyiapkan bibit, sehingga ketika musim hujan tiba masyarakat tinggal menunggu hasilnya,” ujar Sumanto Kadir.

Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama mahasiswa KKN dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Gorontalo serta unsur Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kantor Camat Tibawa.

Narasumber pertama, Carolina Datau, S.P., Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Gorontalo, memaparkan strategi kemandirian pangan desa melalui pemanfaatan potensi pangan lokal seperti jagung, singkong, ubi, dan pisang, serta pengurangan kehilangan hasil panen melalui pengolahan dan penyimpanan yang tepat.

“Kemandirian pangan itu dimulai dari rumah dan dari desa sendiri. Ketika kita menanam sendiri, kita juga dapat lebih memperhatikan proses pertumbuhannya, termasuk penggunaan pupuk dan pestisida. Dengan pengelolaan yang baik, risiko penggunaan pestisida berlebihan dapat dikurangi, sehingga pangan yang dihasilkan lebih aman dikonsumsi keluarga dan sumber dayanya tetap terjaga untuk jangka panjang,” jelas Carolina.

Materi kedua disampaikan Nurlilasari Lakoro, Kepala Seksi PMD Kantor Camat Tibawa, yang mengangkat program “Aku Hatinya PKK” — gerakan mengamalkan dan mengukuhkan pemanfaatan pekarangan agar asri, teratur, indah, nyaman, sekaligus produktif melalui lumbung hidup, warung hidup, tanaman obat keluarga, hingga pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi kompos.

“Ketahanan pangan keluarga tidak hanya bergantung pada kemampuan menyediakan bahan pangan, tetapi juga pada bagaimana bahan pangan itu diolah menjadi makanan bergizi. Karena itu peran PKK sangat penting. Pekarangan yang dikelola dengan baik hari ini akan tetap memberi manfaat bagi anak-anak kita di kemudian hari,” ungkap Nurlilasari.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sekaligus Ketua Tim Pelaksana, Sofyan Piyo, S.H., M.H., menegaskan bahwa persoalan mendasar program pangan di tingkat desa bukan semata keterampilan mengolah pangan, melainkan kapasitas kelembagaan untuk menjaga keberlanjutan program.

Sebelum, mahasiswa KKN lebih dulu melakukan praktik pembibitan. Kegiatan tersebut dijadikan percontohan penanaman dengan media tanam sederhana yang dapat direplikasi warga di pekarangan masing-masing.

Baca Juga Berita Lainnya di : https://pohalaa.com/