
Kabila Bone – Mahasiswa KKN Berdampak Program Studi Sistem Informasi, Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Stop Bullying di SDN 3 Kabila Bone pada Selasa, 9 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai bahaya perundungan (bullying) serta membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.
Melalui sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN memberikan pemahaman kepada siswa mengenai berbagai bentuk bullying, baik yang dilakukan melalui perkataan, tindakan, maupun sikap yang dapat menyakiti orang lain. Materi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami oleh siswa serta mampu menumbuhkan rasa empati, saling menghormati, dan kepedulian terhadap sesama teman di lingkungan sekolah.
Dalam sambutannya, Koordinator Desa (Kordes) KKN Berdampak Desa Molutabu Tahun 2026, I Wayan Arya Aditya, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap fenomena bullying yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah. Menurutnya, banyak tindakan perundungan yang dilakukan tanpa disadari karena dianggap sebagai candaan atau bentuk keakraban antar teman. Padahal, perilaku seperti mengejek, memberikan julukan yang tidak pantas, mengucilkan teman, maupun perkataan yang merendahkan dapat memberikan dampak negatif terhadap kondisi psikologis dan kepercayaan diri korban.
Ia juga menekankan pentingnya pemahaman sejak dini mengenai berbagai bentuk bullying agar siswa mampu membedakan antara bercanda dan tindakan yang dapat menyakiti perasaan orang lain. Selain itu, para siswa diberikan edukasi mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi bullying, seperti berani mengatakan tidak terhadap tindakan perundungan, melaporkan kepada guru atau orang tua, serta memberikan dukungan kepada teman yang menjadi korban. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan saling menghargai.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Kepala SDN 3 Kabila Bone yang menilai bahwa edukasi mengenai bullying sangat penting diberikan kepada siswa sejak dini. Menurutnya, sosialisasi yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Berdampak dapat menjadi salah satu upaya preventif untuk mengurangi perilaku perundungan yang masih sering ditemukan di lingkungan sekolah.
Dalam wawancaranya, Kepala Sekolah berharap setelah mengikuti sosialisasi tersebut, siswa dapat memahami dampak negatif bullying dan mulai mengurangi perilaku kekerasan, baik yang dilakukan secara lisan maupun melalui tindakan. Pihak sekolah juga berkomitmen untuk melakukan evaluasi terhadap hasil kegiatan tersebut guna melihat sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah diberikan.
“Kami berharap setelah sosialisasi ini, anak-anak dapat lebih memahami pentingnya menjaga sikap terhadap teman-temannya. Nantinya kami juga akan melakukan evaluasi dan mengulas kembali materi yang telah mereka terima agar pesan yang disampaikan benar-benar dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kepala Sekolah menjelaskan bahwa pihak sekolah selama ini secara rutin memberikan edukasi terkait pencegahan bullying melalui kegiatan apel pagi. Dalam setiap apel, guru dan tenaga pendidik selalu mengingatkan siswa tentang pentingnya menjaga perilaku, menghormati teman, serta menghindari tindakan yang dapat menyakiti orang lain.
Berdasarkan pengamatan pihak sekolah, bentuk bullying yang paling sering terjadi di lingkungan SDN 3 Kabila Bone adalah bullying verbal atau melalui perkataan. Sementara itu, tindakan kekerasan fisik seperti perkelahian antar siswa sejauh ini tidak ditemukan. Meski demikian, pihak sekolah tetap memberikan perhatian serius terhadap setiap bentuk perundungan karena dampaknya dapat memengaruhi kondisi psikologis dan semangat belajar siswa.
Kepala Sekolah juga mengungkapkan bahwa pernah ditemukan kasus di mana beberapa siswa merasa enggan datang ke sekolah akibat sering menerima perlakuan yang kurang baik dari teman-temannya. Menyikapi hal tersebut, sekolah melakukan pendekatan melalui mediasi bersama orang tua serta kunjungan ke rumah (home visit) untuk mencari solusi terbaik bagi seluruh pihak yang terlibat.
Menurutnya, upaya pencegahan bullying tidak dapat dilakukan oleh sekolah saja, melainkan membutuhkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk orang tua dan masyarakat. Kerja sama yang baik antara lingkungan sekolah dan keluarga dinilai menjadi faktor penting dalam membentuk karakter anak serta mencegah munculnya perilaku bullying.
Selain melalui apel pagi, sekolah juga melaksanakan berbagai program pembinaan karakter seperti kegiatan olahraga bersama, program kerohanian, dan pendidikan keagamaan. Melalui kegiatan tersebut, siswa terus diberikan pemahaman mengenai pentingnya sikap saling menghormati, menjaga persaudaraan, dan membangun lingkungan yang positif.
Melalui kegiatan Sosialisasi Stop Bullying ini, mahasiswa KKN Berdampak Prodi Sistem Informasi UNG berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak. Diharapkan sinergi antara sekolah, orang tua, masyarakat, dan mahasiswa dapat terus terjalin guna mewujudkan budaya anti-bullying di lingkungan sekolah serta membentuk generasi yang berkarakter, berempati, dan saling menghargai.
Baca Berita lainnya di Pohalaa.com



