Efisiensi Pilkada dan Demokrasi yang Dipersempit

Wacana pilkada melalui DPRD kembali dimunculkan dengan dalih efisiensi anggaran. Menanggapi hal tersebut, Ketua KMHDI Sumatera Selatan, I Made Joni Sukanda, menilai bahwa argumen efisiensi memang tampak logis di permukaan, namun menjadi bermasalah ketika ditarik ke dalam substansi demokrasi.

Menurut Made Joni, pilkada langsung memang membutuhkan biaya besar, tetapi mekanisme tersebut memberikan ruang partisipasi politik yang nyata bagi rakyat. Masyarakat tidak ditempatkan sebagai penonton, melainkan sebagai aktor utama dalam menentukan pemimpin daerahnya. Ketika kewenangan tersebut dialihkan ke DPRD, demokrasi berpotensi berubah menjadi elitis dan semakin berjarak dari publik.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak menolak prinsip efisiensi anggaran dalam pelaksanaan pilkada. Dalam situasi keuangan negara yang terbatas, efisiensi justru menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan. Namun, efisiensi tidak boleh ditempuh dengan cara mengorbankan prinsip dasar demokrasi, yakni kedaulatan rakyat. Menghemat anggaran dengan menarik kembali hak memilih masyarakat dinilai bukan solusi, melainkan sebuah kemunduran demokrasi.

Lebih lanjut, Made Joni menilai bahwa efisiensi seharusnya diarahkan pada pembenahan sistem penyelenggaraan pilkada, bukan pada penghapusan partisipasi publik. Negara dituntut mampu menghadirkan demokrasi yang lebih hemat, lebih bersih, dan lebih efektif tanpa menghilangkan peran rakyat sebagai penentu utama kepemimpinan daerah. Mendukung efisiensi, menurutnya, tidak serta-merta membenarkan penyempitan demokrasi.

Sebagai lembaga perwakilan, DPRD idealnya berfungsi sebagai penyalur aspirasi rakyat. Namun dalam praktiknya, politik transaksional dan kepentingan partai masih kerap membayangi. Dalam kondisi tersebut, pilkada melalui DPRD dinilai berpotensi melahirkan pemimpin yang lebih patuh pada elite politik dibandingkan pada kepentingan masyarakat luas. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa efisiensi tidak boleh dijadikan alasan untuk mempersempit hak politik rakyat.

Baca berita lainnya di : pohalaa.com